Oleh: Hary4n4 | 18 September 2009

Hari Kemenangan

Jika hati telah berlumur dosa dan dusta. Jika akal sudah sering melampaui kewenangannya. Dan jika raga sudah terbalut noda dan kehinaan. Dimanakah letak manusianya kita. Dimanakah mulianya sang insankamil.

Tak ada air yg benar2 bersih dan jernih. Tak ada nafas yg juga benar2 murni tanpa racun. Tak ada juga…kehidupan yg benar2 kekal.

Aku masih tetap disini. Di hamparan sajadah hidupku yg penuh noda dan dosa. Tertunduk malu dan hanya bisa bergumam lirih. Untuk sebuah permohonan. Untuk sebuah pengampunan. Untuk sebuah belas kasihan. Untuk sebuah uluran kasih sayang.

Hadirlah Engkau wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Hadirlah Engkau wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Hadirlah Engkau wahai Dzat Yang Maha Meliputi. Basuhlah jiwa kami. Basuhlah hati dan pikiran kami. Basuhlah lahir serta batin kami.

Aku rela kehilangan Ramadhan yg indah ini. Aku rela kehilangan moment nikmat Malam Seribu Bulan. Aku juga rela kehilangan Hari Kemenangan. Aku rela..aku benar2 rela kehilangan semua itu… Namun tolong Yaa Tuhanku, jangan pernah jadikan hatiku, pikiranku, rasaku, diriku…utk rela kehilangan DiriMu. Sungguh Tuhan…aku tak mau jika harus Rela Kehilangan DiriMu. Aku tak bisa, aku tak sanggup, aku tak menginginkannya.

Segalanya, semuanya…rela aku lakukan, hanya demi UntukMu semata. Yaa…semua ini demi hanya UntukMu. Dan tolong aku Yaa Tuhan…jangan pernah lagi Engkau Belokkan Hati, Pikiran, Rasa, serta Jiwa kami DariMu.

Aku hanya bisa merasakan Hari Kemenangan ini, jika hanya merasakan kehadiranMu. Jika Hati, Pikiran, Rasa, serta Jiwa kami…telah merasa cukup hanya DenganMu. Hanya UntukMu… Hanya KepadaMu… Hanya itulah Kemenangan Yang Nyata bagiku….

Oleh: Hary4n4 | 7 September 2009

Malam Ini

Malam ini…sama seperti malam-malam sebelumnya. Selalu sepi seperti nyaris tak ada kehidupan. Hanya suara serangga kecil di pojok rumah yg selalu terdengar.

Tak terasa, bulan Ramadhan sudah memasuki pertengahan bulan. Suasana hati dan pikiran pun masih tetep seperti hari-hari yg kemarin. Tanpa ada ekspresi, tanpa ada greget yg berarti.

Malam ini, ingin kuhabiskan waktuku hanya utk diam dan merenung. Sudah sejauh mana perjalanan hidup saya. Sudah sampai pada apa dan siapakah hidup saya ini. Yaa..malam ini, aku benar-benar hanya ingin merenung utk diri sendiri.

Perjalanan telah dilalui dgn berbagai macam cerita serta kesan. Kadang enak, kadang malah pahit. Semua menyisahkan kenangan yg teramat dalam. Dan pastinya, akan selalu terekam kuat dalam hati sanubari. Semoga semua yg telah dijalani ini, banyak memberi arti, makna, dan manfaat.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori